Menceritakan Kembali Isi Cerita Fantasi yang Dibaca

Menceritakan Kembali Isi Cerita Fantasi yang Dibaca


Cerita fantasi merupakan sebuah karya yang dibangun dalam alur penceritaan yang normal namun bersifat imajinatif dan hayal. Biasanya dalam setting, penokohan, maupun konflik tidak realistis bahkan terkesan dilebih-lebihkan dan tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Bila dilihat dari caranya mengungkapkan, cerita jenis ini termasuk ke dalam narasi.

Narasi merupakan cerita fiksi yang berisi perkembangan kejadian/ peristiwa. Rangkaian peristiwa dalam cerita disebut alur. Rangkaian peristiwa dalam cerita digerakkan dengan hukum sebab-akibat. Berikut ini kegiatan yang dapat dilakukan untuk menceritakan kembali cerita jenis ini yang didengar atau dibaca. 

1. Menentukan Tokoh, Latar, dan Urutan Peristiwa
   Uraikan isi cerita berikut dengan bahasa sendiri denga menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 

Struktur Kalimat 
1. Orientasi 

“Kau harus membawanya kembali!” Erza berteriak kalang kabut. Aku gugup. Bingung. Tak tau apa yang harus kuperbuat, sedangkan manusia dengan wajah setengah kera itu memandang sekeliling. Manusia purba itu menemukanku ketika aku memasuki dimensi alpha. Tanpa kusadari ia mengikutiku. Manusia purba itu akan mati jika tidak kembali dalam waktu 12 jam. 

2. Komplikasi 

“Aku harus membawa dia kembali!” teriakku.
Erza menghempaskan tubuhnya pada meja kontrol laboratorium dengan kesal. Ardi berteriak lantang ”Jangan main-main Don!” Ardi menatapku dengan tajam.“Padahal..,” Erza tercekat, “Aku tahu Er kita tinggal punya waktu 8 jam”. Aku terus berusaha meyakinkan sabahat-sahabatku.
“ Jika kamu mengembalikan manusia purba melebihi 8 jam, berarti tamat riwayatmu.” Kembali Erza dan Ardi menatapku tajam.
Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan cepat. Aku memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu.
Manusia purba itu harus hidup. Setiap mahkluk berhak untuk hidup. Aku yang membawanya, aku juga yang harus mengembalikannya. Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun masalah yang kuhadapi.
Ku klik tombol ‘run’ pada layar monitor Lumina di depanku dan diikuti gelombang biru mirip Aurora memenuhi ruangan. Pagar Asteroid terbuka lebar, memberikan ruang cukup untuk kulewati bersama manusia purba itu. Ruangan penuh asap dengan pohon-pohon yang meranggas. Hampir 8 jam, manusia purba tetap memegang tanganku. Kurang 10 menit aku lepaskan tangan manusia purba. Kujabat erat dan aku lari menuju lorong dimensi alpha. Kurang 10 menit lagi waktu yang tersisa dan aku masih di lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba-tiba kudengar teriakan keras dan goncangan hebat. Aku terlemapar kembali ke laboratoriumku.
Alarm berbunyi. Gelombang dimensi alpha semakin mengecil. 


Resolusi 

Badanku lemas seakan rontok semua sendiku. Aku menengadah dan kulihat sahabat-sahabatku mengelilingiku. Semua alat di laboratorium ini pecah berantakan. Tinggal laptop Luminaku yang masih menyala.
“Ardi maafkan aku! Maaf telah merusak labolatorium untuk penelitian ini,” kataku mengiba.
“Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat,” Ardi memelukku dengan erat. Kulihat Erza membawa air minum untukku. Tidak menyangka aku bisa berhasil dikembalikan dan hidup lagi secara biasa. Manusia purba itu juga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi. Aku dapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. Manusia purba itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahku. 


a. Urutan kejadian yang dialami Doni pada cerita tersebut

Tokoh Urutan Peristiwa 

Doni 

1. Doni terdampar dalam ruang dimensi alpha dan bertemu dengan manusia purba yang berwujud manusia dengan wajah setengah kera 

2. Doni memutuskan untuk mengembalikannya ke habitatnya yang asli, jika tidak manusia purba itu akan mati dalam 12 jam. Padahal jika ia tidak berhasil mengembalikannya dalam 8 jam, Doni sendirilah yang akan mati. 

3. Doni mengutak atik komputer Luminanya dengan cepat. Ia bertaruh dengan waktu. Ia harus menyelesaikan masalah yang telah dibuatnya sendiri sebagai bentuk tanggung jawab. 

4. Hampir 8 jam berlalu dan manusia purba itu tetap berada di tempatnya. Nyawa Doni menjadi taruhan. 

5. Terjadi goncangan hebat dan suara teriakan yang keras sekali. Doni tiba-tiba terlempar kembali ke laboratoriumnya. 

6. Doni dikelilingi oleh sahabatnya yang bahagia bahwa ia telah kembali. Ia berhasil menyelesaikan masalahnya. Ia melihat di dalam komputernya bahwa manusia purba itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah Doni karena telah menyelamatkannya. 


b. Bagaimana proses terlemparnya Doni ke lorong dimensi Alpha?

Doni ke lorong dimensi Alpha dengan cara mengotak atik komputer lumianya di lab. Doni mengklik tombol run, dan muncullah gelombang biru yang menyerupai aurora. Gelombang biru tersebut memenuhi ruangan lab tersebut. Setelah itu, terbukalah pagar asteroid yang cukup lebar dan Doni melewati itu hingga terlemparlah dia di dimensi alpha. 


c. Siapa tokoh dan bagaimana watak tokoh yang ada pada cerita?Isilah tabel berikut 

Doni 

Pantang menyerah, dan suka membantu

1. Aku terus berusaha meyakinkan sabahat-sahabatku. 

2. Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan cepat. Aku memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu. 

3. Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun masalah yang kuhadapi. 


Erza 

Pemarah. 

1. “Kau harus membawanya kembali!” Erza berteriak kalang kabut. 

2. Erza menghempaskan tubuhnya pada meja kontrol laboratorium dengan kesal. 


Ardi 

Pemaaf 

“Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat,” Ardi memelukku dengan erat. 


d. Kelompokkan kejadian mana yang mungkin terjadi di dunia nyata dan mana yang tidak mungkin terjadi dalam dunia nyata! 

Mungkin terjadi dalam dunia nyata 

1. Adanya gelombang biru yang mirip aurora. 

2. Adanya gelombang dimensi alpha 

3. Doni ahli dalam komputer dan didalam lab terdapat alat-alat canggih 

Tidak mungkin terjadi dalam dunia nyata 

1. Adanya perpindahan manusia purba melalui lintas waktu 

2. Adanya tampilan di layar laptop yang menghubungkan dimensi waktu 

3. Terbuka pagar asteroid hanya dengan meng-klik run pada sebuah komputer. 

2. Menentukan Unsur Instrinsik Cerita

Berlian Tiga Warna

Anika menemukan tiga kotak berwarna ungu, biru, dan kuning di kamar ibunya. Kata ibunya jika ada tiga sahabat yang menyukai warna seperti pada kotak itu akan mendapatkan petualangan indah dan sekaligus mendapatkan berlian itu. Tapi waktu yang diberikan untuk berpetualang hanya satu jam.Anika menyukai warna ungu.Tamika, teman dekat Anika, menyukai warna biru.Dan Chika menyukai warna kuning.

“Saya ingin mencoba petualangan indah itu Bu. Saya punya sahabat yang menyukai warna itu,” Anika meyakinkan ibunya.

Dengan kesepakatan ketiga sahabat itu berkumpul di rumah Anika.Minggu pukul 6 mereka semua masuk ke kamar Anika yang serba Biru.Di kamar Anika serasa ada di langit.

“Ayo kita buka kotak masing-masing sesuai dengan warna kesukaan.Sekarang kita buka satu… dua… tiga!!!”

“WAWWWWW,” lima detik kemudian mereka terlempar di gerbang sebuah kerajaan. Mereka terkejut karena di hadapannya berdiri seorang ratu yang seluruh tubuhnya dihiasi berlian.

“Selamat datang di negeri kami, peramal kerajaan mengatakan bahwa akan datang tiga anak yang akan menyelamatkan putri kami.Saya mempunyai anak yang bernama Candy. Ia tertidur sejak dua tahun yang lalu dikarenakan ia memakai tiga kalung berlian sekaligus,” Setetes air mata pun jatuh dari wajah Sang Ratu. “Tolong selamatkan puteriku,”

“Ta…ta…tapi…” Cika dan Tamika memprotes bersamaan karena mereka berdua membayangkan akan bersenang-senang dalam petualangannya.

“Cika, Tamika ayo kita tolong Puteri, mereka sedang menghadapi masalah,” Anika mantap menjawab sambil menarik dengan paksa kedua tangan sahabatnya yang masih ragu.

“Itu puteri Candy,” Anika berlari menuju puteri tempat tidur Candy.Dengan ragu Tamika dan Cika ikut mendekat.“Ayo kita ambil sesuai warna!”Anika menjelaskan.“Baik!”Jawab Tamika dan Cika serempak. Setelah itu…

“Hoooaaii…” Putri Candy menguap.Pelan-pelan matanya terbuka.

“Oh! Terima kasih! Terima kasih! Sebagai hadiahnya ambil ini!” Ratu memeluk ketiga gadis itu lalu memberikan tas yang lumayan besar. “Terimalah ini sebagai sebagai ungkapan terima kasih kami,” Ratu berucap penuh haru. Dengan cepat Tamika dan Chika menyahut tas yang diberikan Ratu. Tapi mereka berdua tidak kuat mengangkat tas besar itu.

“Waktu kita tinggal 15 menit lagi kita harus segera pergi,” Anika berrteriak.“Tapi tas berisi berlian ini tidak bisa kita bawa,” kata Tamika dan Chika hampir bersamaan.“Tinggalkan saja tas itu yang penting kita harus keluar dari kerajaan ini,” tegas Anita.

Anika menarik kedua tangan sahabatnya untuk menyatukan ketiga kotak berlian tiga warna. Dan buuumm…! Mereka terlempar kembali ke atas tempat tidur Anika.“Gagal total petualangan kita karena kita meninggalkan satu tas besar isi berlian itu,” Tamika berteriak ke arah Anika.

 

Uraikan isi cerita 
a. Urutkan kejadian yang dialami Anika pada cerita tersebut

· Anika menemukan berlian tiga warna di kamar ibunya. 

· Anika dan dua temannya, Tamika dan Chika, mengalami petualangan imajinatif. Mereka terdampar pada gerbang sebuah kerajaan dan bertemu seorang ratu yang seluruh tubuhnya dihiasi berlian. 

· Mereka mendapat misi untuk menyelamatkan Putri Candy yang tertidur bertahun-tahun karena memakai tiga kalung berlian sekaligus. 

· Mereka berhasil menyelamatkan putri Candy dengan mengambil berlian sesuai warna mereka masing-masing. 

· Mereka mendapat hadiah sebuah tas besar dari Ratu. Tapi mereka tidak kuat mengangkat tas itu. Sementara mereka harus pergi dalam waktu 15 menit. 

· Mereka memutuskan untuk pulang dan tidak mengambil tas besar itu. 

· Mereka kembali ke dunia nyata. Meski tidak mendapatkan tas besar itu, mereka tetap bersyukur karena masih dapat selamat dan saling bersahabat. 

b. Bagaimana proses petualangan Anika dan teman-temannya

Mereka terlempar ke sebuah negeri antah berantah. Mereka bertemu dengan seorang Ratu yang sedang mengalami masalah, yaitu putrinya terkena kutukan tidur selama bertahun-tahun. Mereka pun mencoba membantu sang Ratu dan sang Putri. Ratu memberi hadiah berupa berlian, namun karena waktu habis mereka tidak bisa membawa berlian tersebut. 

c. Bagaimana watak tokoh yang ada pada cerita?

                dibawah ini ada tokoh dengan watak juga diperjelas dengan kalimat yang menyetakan watak tersebut 

Anika 

Suka membantu tanpa pamrih dan Pemberani 

1. “Saya ingin mencoba petualangan indah itu Bu. Saya punya sahabat yang menyukai warna itu,” Anika meyakinkan ibunya. 

2. “Cika, Tamika ayo kita tolong Puteri, mereka sedang menghadapi masalah,” 


Ibu Anika 

Bijaksana 

Kata ibunya jika ada 3 sahabat yang menyukai warna seperti paa kotak itu akan mendapatkan petualangan indah dan sekaligus mendapatkan berlian itu.' 


Tamika dan Cika 

Pemarah dan Suka menuntut 

1. Cika dan Tamika memprotes bersamaan karena mereka berdua membayangkan akan bersenang-senang dalam petualangannya. 

2. “Tapi tas berisi berlian ini tidak bisa kita bawa,” kata Tamika dan Chika hampir bersamaan. 

3. Dengan cepat Tamika dan Chika menyahut tas yang 

4. diberikan Ratu. Tapi mereka berdua tidak kuat mengangkat tas besar itu. 

5. “Gagal total petualangan kita karena kita meninggalkan satu tas besar isi berlian itu,” Tamika berteriak ke arah Anika. 



d. Pesan yang akan disampaikan pengarang melalui ceritanya

Kita harus menolong dengan sepenuh hati tanpa berharap imbalan apa pun. 

e. Kelompokkan kejadian mana yang mungkin terjadi di dunia nyata dan mana yang tidak mungkin terjadi dalam dunia nyata! 

Mungkin terjadi dalam dunia nyata 

1. Menemukan tiga kotak berwarna ungu, biru, dan kuning. 

2. Anika menyukai warna ungu. Tamika, teman dekat Anika, menyukai warna biru. Dan Chika menyukai warna kuning. 

Tidak mungkin terjadi dalam dunia nyata

1. Terlempar ke sebuah negeri antah berantah, bertemu dengan Ratu dan Putri, 

2. Menyelamatkan sang Putri, membawa tas besar dari negeri antah berantah. 

3. Puteri Candy tertidur sejak 2 tahun yang lalu. 


e. Analisis Cerita

1. Struktur cerita : Orientasi, komplikasi, resolusi. 

2. Unsur instrinsik : a. latar tempat : rumah Anika dan sebuah kerajaan. b. latar waktu : Minggu pukul 6. 

3. Tema ; persahabatan dan petualangan. 

4. Alur cerita : alur maju 

5. Tokoh dan penokohan tokoh utama :Anika, Tamika, Cika, tokoh pembantu : Ibu Anika, Ratu. tokoh protagonis : Anika, ibu Anika. tokoh antagonis : Tamika, Cika. 

6. Watak. - Anika : pemberani, suka menolong. - ibu Anika ; bijaksana. - tamika dan cika ; pemarah, suka menuntut. 

7. Amanat: Kita harus menolong dengan sepenuh hati tanpa berharap imbalan apa pun. 

8. Sudut pandang: sudut pandang orang ketiga 

9. Nilai-nilai: 1) nilai moral : membantu sesama 2) nilai etika : ketika sang ratu menyambut Anika, Tamika dan Cika 3) nilai kemanusiaan : membantu tanpa berharap imbalan 


3. Menceritakan Kembali secara Berantai Isi Teks!

Anika menemukan tiga kotak berwarna ungu, biru, dan kuning di kamar ibunya. Kata ibunya jika ada tiga sahabat yang menyukai warna seperti pada kotak itu akan mendapatkan petualangan indah dan sekaligus mendapatkan berlian itu. Tapi waktu yang diberikan untuk berpetualang hanya satu jam.

Anika menyukai warna ungu. Tamika, teman dekat Anika,menyukai warna biru. Dan Chika menyukai warna kuning. Mereka berkumpul di rumah Anika pada hari Minggu pukul 6 mereka semua masuk ke kamar Anika yang serba Biru. Mereka membuka kotak yang sesuai dengan warna kesukaan mereka.

Lima detik kemudian mereka terlempar di gerbang sebuah kerajaan. Mereka terkejut karena di hadapannya berdiri seorang ratu yang seluruh tubuhnya dihiasi berlian. Sang Ratu meminta mereka menyelamatkan puterinya, Candy, yang tertidur sejak dua tahun yang lalu dikarenakan ia memakai tiga kalung berlian sekaligus. Cika dan Tamika memprotes bersamaan karena mereka berdua membayangkan akan bersenang-senang dalam petualangannya. Tetapi Anika bersikeras menolong puteri, dan mereka pun menolong puteri.

Sang Ratu sangat senang dan memberikan mereka tas yang berisi berlian. Tamika dan Chika ingin membawa tas tersebut, tetapi karena waktu tinggal 15 menit, Anika meminta mereka meningggalkan tas itu dan kembali lag ke kamar Anika dengan selamat dan persahabatan mereka semakin erat. 


JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT DENGAN 

CONTOH CERITA FANTASI

                                                                   
                                                                        

KEKUATAN EKOR BIRU NATAGA
oleh Ugi Agustono


Seluruh pasukan Nataga sudah siap hari itu. Nataga membagi tugas kepada seluruh panglima dan pasukannya di titik-titik yang sudah ditentukan. Seluruh binatang di Tana Modo tampak gagah dengan keyakinan di dalam hati, mempertahankan milik mereka. Hari itu, sejarah besar Tana Modo akan terukir di hati seluruh binatang.. Mereka akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk membela tanah air tercinta. 

Saat yang ditunggu pun tiba. Mulai terlihat bayangan serigala-serigala yang hendak keluar dari kabut. Jumlah pasukan cukup banyak. Nataga dan seluruh panglima memberi isyarat untuk tidak panik.
Pasukan siluman serigala mulai menginjak Pulau Tana Modo, susul-menyusul bagai air. Tubuh mereka besar-besar dengan sorot mata tajam.Raut wajah mereka penuh dengan angkara murka dan kesombongan,disertai lolongan panjang saling bersahutan di bawah air hujan. Mereka tidak menyadari bahaya yang sudah mengepung. Semua binatang tetap tenang menunggu aba-aba dari Nataga. 

“Serbuuuu …!” teriak Nataga sambung-menyambung dengan seluruh panglima.

Pasukan terdepan dari binatang-binatang hutan segera mengepung para serigala dengan lemparan bola api. Pasukan serigala sempat kaget,tak percaya. Cukup banyak korban yang jatuh di pihak serigala karena lemparan bola api. Namun, pemimpin pasukan tiap kelompok serigala langsung mengatur kembali anak buahnya pada posisi siap menyerang.Mereka tertawa mengejek binatang-binatang ketika banyak bola api yang padam sebelum mengenai tubuh mereka. Bahkan dengan kekuatan mereka,mereka meniup bola api yang terbang menuju arah mereka. 

“Hai ....! Tak ada gunanya kalian melempar bola api kepada kami!”Seru serigala dengan sorot mata merah penuh amarah.Binatang-binatang tidak putus asa. Namun, pasukan serigala dalam jumlah dua kali lipat bahkan lebih dari pasukan binatang, mulai bergerak maju, seolah hendak menelan binatang-binatang yang mengepung. 

Binatang-binatang yang pantang menyerah juga tidak takut dengan gertakan para serigala.
“Gunakan kekuatan ekormu, Nataga!” bisik Dewi Kabut di telinga Nataga.

Nataga sempat bingung dengan kata-kata Dewi Kabut. Karena banyak bola api yang padam, Nataga segera memberi aba-aba berhenti melempar dan mundur kepada seluruh pasukan. 

Tiba-tiba, Nataga, pemimpin perang seluruh binatang di Tana Modo, segera melesat menyeret ekor birunya. Mendadak, ekor Nataga mengeluarkan api besar. Nataga mengibaskan api pada ekornya yang keras,membentuk lingkaran sesuai tanda yang dibuat oleh semut, rayap, dan para tikus. Lalu, ia melompat bagai kilat dan mengepung serigala dalam api panas. Kepungan api semakin luas. Serigala-serigala tak berdaya menghadapi kekuatan si ekor biru. Teriakan panik dan kesakitan terdengar dari serigala-serigala yang terbakar. Nataga tidak memberi ampun kepada para serigala licik itu. 

Selesai pertempuran Nataga segera menuju ke atas bukit, bergabung dengan seluruh panglima. Levo, Goros, Lamia, Sikka, dan Mora memandang Nataga dengan haru dan tersenyum mengisyaratkan hormat dan bahagia.

PENGERTIAN, UNSUR DAN JENIS CERITA FANTASI


1. PENGERTIAN 

Teks cerita fantasi adalah bahan tertulis yang berbentuk karangan atau tulisan untuk menuturkan, menggambarkan, atau membayangkan berbagai perbuatan, pengalaman, dan kejadian berupa angan-angan, khayalan, imajinasi, atau rekaan belaka. Dengan kata lain, hal-hal yang digambarkan dalam teks fantasi adalah hal-hal yang tidak nyata atau fiksi. 


2. UNSUR TEKS CERITA FANTASI

· Ada keajaiban, keanehan, dan kemisteriusan

Cerita mengungkapkan hal-hal supranatural, kemisteriusan, dan keghaiban yang tidak ditemui dalam dunia nyata. Cerita fantasi adalah cerita fiksi berjenis fantasi (dunia imajinatif yang diciptakan penulis). Pada cerita fantasi hal yang tidak mungkin dijadikan biasa. Tokoh dan latar yang diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata. 


· Ide cerita

Ide cerita terbuka terhadap daya hayal penulis, tidak dibatasi oleh realitas atau kehidupan nyata. Ide juga berupa irisan dunia nyata dan dunia khayal yang diciptakan pengarang. Ide cerita terkadang bersifat sederhana tapi mampu menitipkan pesan yang menarik. Tema cerita fantasi adalah gaib, supernatural atau futuristik. 



· Menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu)

Peristiwa yang dialami tokoh terjadi pada dua latar yaitu latar yang masih ada dalam kehidupan sehari-hari dan latar yang tidak tidak ada pada kehidupan sehari-hari. Alur dan latar cerita fantasi memiliki kekhasan. Rangkaian peristiwa cerita fantasi menggunakan berbagai latar yang menerobos dimensi ruang dan waktu. Jalinan peristiwa pada cerita fantasi berpindah-pindah dari berbagai latar yang melintasi ruang dan waktu. 



· Tokoh unik (memiliki kesaktian)

Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik yang tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh memiliki kesaktian-kesaktian tertentu. Tokoh mengalami peristiwa misterius yang tidak terjadi pada kehidupan sehari-hari . Tokoh mengalami kejadian dalam berbagai latar waktu. Tokoh dapat ada pada waktu dan tempat yang berbeda zaman (bisa waktu lampau atau waktu yang akan datang atau futuristik). 



· Bersifat fiksi

Cerita fantasi bersifat fiktif (bukan kejadian nyata). Cerita fantasi bisa diilhami oleh latar nyata atau objek nyata dalam kehidupan tetapi diberi fantasi. 


Bahasa

Penggunaan sinonim dengan emosi yang kuat dan variasi kata cukup menonjol. Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan (bukan bahasa formal). 



Unsur intrinsik cerita fantasi terbagi menjadi 6 bagian, yaitu Tema, Alur, Tokoh dan Penokohan, Latar, Sudut Pandang, dan Amanat. Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun suatu karya sastra di dalam karya sastra itu sendiri. 

· Tema, yaitu ide yang paling mendasar yang menjadi acuan untuk mengembangkan suatu cerita.

· Alur, yaitu jalan atau alur cerita yang berupa peristiwa-peristiwa yang tersusun dan saling berkaitan satu sama lain.

· Tokoh dan penokohan, yaitu karekter dari pemeran atau pelaku didalam suatu cerita.

· Latar, yaitu tempat, waktu, serta suasana yang menjadi latar belakang suatu cerita.

· Sudut pandang, yaitu posisi pengarang dalam membawakan suatu cerita.

· Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan oleh pegarang sebuah cerita didalam cerita dan penokohan.



3. JENIS CERITA FANTASI

Berdasarkan latar cerita, cerita fantasi dibedakan menjadi tiga kategori yaitu latar lintas waktu masa lampau, latar waktu sezaman, latar lintas waktu futuristik (masa yang akan datang) 


a. Cerita Fantasi Total dan Irisan

Jenis cerita fantasi berdasarkan kesesuaiannya dalam kehidupan nyata ada dua kategori fantasi -total dan fantasi sebagian (irisan). 

Pertama, kategori cerita fantasi total berisi fantasi pengarang terhadap objek/tertentu. Pada cerita kategori ini semua yang terdapat pada cerita semua tidak terjadi dalam dunia nyata. Misalnya, cerita fantasi Nagata itu total fantasi penulis. Jadi nama orang, nama objek, nama kota benar-benar rekaan pengarang. 

Kedua, cerita fantasi irisan yaitu cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi tetapi masih menggunakan nama-nama dalam kehidupan nyata, menggunakan nama tempat yang ada dalam dunia nyata, atau peristiwa pernah terjadi pada dunia nyata. 


b. Cerita fantasi Sezaman dan Lintas Waktu

Berdasarkan latar cerita, cerita fantasi dibedakan menjadi dua kategori yaitu latar lintas waktu dan latar waktu sezaman. Latar sezaman berarti latar yang digunakan satu masa (fantasi masa kini, fantasi masa lampau, atau fantasi masa yang akan datang/ futuristik). Latar lintas waktu berarti cerita fantasi menggunakan dua latar waktu yang berbeda (misalnya, masa kini dengan zaman prasejarah, masa kini dan 40 tahun mendatang/ futuristik)

Untuk contoh cerita fantasi KLIK DISINI



Kontak

 Untuk Informasi mengenai tugas, materi dan kegiatan sekolah, bisa hubungi;

wa. 085271780339

gmail. azwar.ahm23@gmail.com







SECERBIS KATA


Assalamu'alaikum wr. wb

       Salam hangat untuk anak-anak ku semua, semoga diberi kesehatan dan kemudahan dalam menghadapi hari-hari yang begitu sulit pada masa ini, saya sebagai guru disini mohon bimbingan dan kerjasama orang tua/wali murid dalam melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan metode pembelajaran darIng.
        Dalam masa pandemi ini, berbagai cara yang dilakukan Kementerian terkaitan sampailah bawahannya supaya terlaksananya pembelajaran yang efektif tiap sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan itu saya sebagai guru Bahasa Indonesia membuat blog ini sebagai metode dan strategi saya untuk melaksanakan pembelajaran.
               Akhir kata, jangan bosan untuk belajar karena akan memberi keuntungan bagimu kelak.