Materi Bahasa Indonesia
Kalimat, Konjungsi, dan Kata Ganti
Kalimat Tunggal
📖 Pengertian
Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa, yaitu memiliki satu subjek dan satu predikat. Kalimat ini merupakan kalimat paling sederhana dan hanya mengandung satu gagasan pokok.
🔍 Ciri-ciri Kalimat Tunggal:
- ✓ Hanya memiliki satu pola S-P (Subjek-Predikat)
- ✓ Tidak memiliki konjungsi penghubung antarklausa
- ✓ Mengandung satu gagasan atau ide pokok
💡 Contoh Kalimat Tunggal:
Ibu memasak di dapur.
S: Ibu | P: memasak | K: di dapur
Andi membaca buku cerita.
S: Andi | P: membaca | O: buku cerita
Kucing itu sangat lucu.
S: Kucing itu | P: sangat lucu
Adik bermain di taman.
S: Adik | P: bermain | K: di taman
Bunga mawar sangat harum.
S: Bunga mawar | P: sangat harum
Kalimat Majemuk
📖 Pengertian
Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih yang dihubungkan dengan konjungsi (kata penghubung). Kalimat ini mengandung lebih dari satu gagasan.
🔀 Majemuk Setara
Kedua klausa memiliki kedudukan yang sama/sederajat.
Konjungsi: dan, atau, tetapi, namun, sedangkan
📊 Majemuk Bertingkat
Ada klausa utama (induk) dan klausa bawahan (anak).
Konjungsi: karena, jika, ketika, supaya, meskipun
💡 Contoh Kalimat Majemuk:
Ayah membaca koran dan ibu memasak di dapur.
Majemuk Setara — Konjungsi: dan
Saya ingin pergi ke pantai, tetapi cuaca sedang hujan.
Majemuk Setara — Konjungsi: tetapi
Karena rajin belajar, Dina mendapat nilai bagus.
Majemuk Bertingkat — Konjungsi: karena
Kamu boleh bermain jika sudah mengerjakan PR.
Majemuk Bertingkat — Konjungsi: jika
Ani suka membaca buku sedangkan Budi suka bermain bola.
Majemuk Setara — Konjungsi: sedangkan
Konjungsi Kronologis
📖 Pengertian
Konjungsi kronologis adalah kata penghubung yang menyatakan urutan waktu atau tahapan peristiwa. Konjungsi ini banyak digunakan dalam teks prosedur, teks cerita, dan teks sejarah untuk menunjukkan rangkaian kejadian.
kemudian
lalu
setelah itu
pada akhirnya
📋 Konjungsi Kronologis Lainnya:
💡 Contoh Penggunaan dalam Kalimat:
Cuci beras hingga bersih, kemudian masukkan ke dalam panci.
Konjungsi "kemudian" menunjukkan langkah selanjutnya
Andi bangun pagi, lalu dia mandi dan sarapan.
Konjungsi "lalu" menyambung urutan kegiatan
Masukkan telur ke dalam adonan. Setelah itu, aduk hingga tercampur rata.
Konjungsi "setelah itu" menunjukkan tahap berikutnya
Mereka berjuang dengan gigih. Pada akhirnya, tim kami berhasil memenangkan pertandingan.
Konjungsi "pada akhirnya" menunjukkan hasil akhir
Pertama-tama, siapkan semua bahan yang diperlukan.
Konjungsi "pertama-tama" menunjukkan langkah awal
📝 Contoh Penggunaan dalam Paragraf:
Cara Membuat Teh Manis:
Pertama-tama, didihkan air dalam panci. Kemudian, masukkan teh celup ke dalam gelas. Setelah itu, tuangkan air panas ke dalam gelas dan diamkan selama 3 menit. Lalu, angkat teh celup dan tambahkan gula sesuai selera. Pada akhirnya, aduk teh hingga gula larut dan teh siap disajikan.
Konjungsi Kausalitas
📖 Pengertian
Konjungsi kausalitas adalah kata penghubung yang menyatakan hubungan sebab-akibat. Konjungsi ini digunakan untuk menjelaskan mengapa sesuatu terjadi (sebab) dan apa yang terjadi akibatnya (akibat).
🔥 Menyatakan SEBAB
💥 Menyatakan AKIBAT
💡 Contoh Kalimat dengan Konjungsi SEBAB:
Rina tidak masuk sekolah karena sakit demam.
Akibat: tidak masuk sekolah | Sebab: sakit demam
Sebab hujan deras, pertandingan sepak bola ditunda.
Sebab: hujan deras | Akibat: pertandingan ditunda
Tanaman itu mati disebabkan kurang air.
Akibat: tanaman mati | Sebab: kurang air
💡 Contoh Kalimat dengan Konjungsi AKIBAT:
Budi rajin belajar sehingga nilainya selalu bagus.
Sebab: rajin belajar | Akibat: nilai bagus
Dia bangun kesiangan. Akibatnya, dia terlambat ke sekolah.
Sebab: bangun kesiangan | Akibat: terlambat
Jika kamu tidak belajar, maka kamu akan kesulitan saat ujian.
Sebab: tidak belajar | Akibat: kesulitan ujian
Harga BBM naik. Oleh karena itu, harga barang-barang juga ikut naik.
Sebab: BBM naik | Akibat: harga barang naik
💡 Tips Mengingat:
- 📌 "Karena" → tanyakan "Mengapa?" untuk menemukan sebab
- 📌 "Sehingga/Akibatnya" → tanyakan "Apa yang terjadi?" untuk menemukan akibat
Kata Ganti (Pronomina)
📖 Pengertian
Pronomina atau kata ganti adalah kata yang digunakan untuk menggantikan kata benda (nomina) atau menyebut orang/benda tanpa menyebut nama lengkapnya. Fungsinya untuk menghindari pengulangan kata yang sama.
👥 1. Pronomina Persona (Kata Ganti Orang)
| Jenis | Tunggal | Jamak |
|---|---|---|
| Orang Pertama | saya, aku, ku- | kami, kita |
| Orang Kedua | kamu, kau, Anda, -mu | kalian |
| Orang Ketiga | dia, ia, beliau, -nya | mereka |
Saya sedang belajar bahasa Indonesia.
Mereka pergi ke perpustakaan bersama.
Buku itu miliknya.
👉 2. Pronomina Penunjuk (Demonstratif)
ini
dekat pembicara
itu
jauh dari pembicara
sini, situ, sana
penunjuk tempat
Buku ini sangat menarik untuk dibaca.
Rumah itu milik keluarga Pak Ahmad.
Letakkan barang-barang di sana.
❓ 3. Pronomina Penanya (Interogatif)
apa
menanyakan benda/hal
siapa
menanyakan orang
mana
menanyakan pilihan
mengapa
menanyakan alasan
bagaimana
menanyakan cara
berapa
menanyakan jumlah
Siapa nama guru bahasa Indonesiamu?
Apa makanan kesukaanmu?
Mengapa kamu tidak masuk sekolah kemarin?
🔮 4. Pronomina Tak Tentu
Seseorang meninggalkan dompet di kantin.
Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan.
Barang siapa menemukan dompet, harap kembalikan.
📋 Ringkasan Fungsi Pronomina:
- ✓ Menghindari pengulangan kata benda yang sama
- ✓ Membuat kalimat lebih efektif dan tidak bertele-tele
- ✓ Menunjuk atau merujuk pada orang, benda, atau hal tertentu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar