Materi Bahasa Indonesia Kelas VII
📚 Kelas VII SMP/MTs

Materi Bahasa Indonesia

Kalimat, Konjungsi, dan Kata Ganti

1️⃣

Kalimat Tunggal

📖 Pengertian

Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa, yaitu memiliki satu subjek dan satu predikat. Kalimat ini merupakan kalimat paling sederhana dan hanya mengandung satu gagasan pokok.

🔍 Ciri-ciri Kalimat Tunggal:

  • Hanya memiliki satu pola S-P (Subjek-Predikat)
  • Tidak memiliki konjungsi penghubung antarklausa
  • Mengandung satu gagasan atau ide pokok

💡 Contoh Kalimat Tunggal:

Ibu memasak di dapur.

S: Ibu | P: memasak | K: di dapur

Andi membaca buku cerita.

S: Andi | P: membaca | O: buku cerita

Kucing itu sangat lucu.

S: Kucing itu | P: sangat lucu

Adik bermain di taman.

S: Adik | P: bermain | K: di taman

Bunga mawar sangat harum.

S: Bunga mawar | P: sangat harum

2️⃣

Kalimat Majemuk

📖 Pengertian

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih yang dihubungkan dengan konjungsi (kata penghubung). Kalimat ini mengandung lebih dari satu gagasan.

🔀 Majemuk Setara

Kedua klausa memiliki kedudukan yang sama/sederajat.

Konjungsi: dan, atau, tetapi, namun, sedangkan

📊 Majemuk Bertingkat

Ada klausa utama (induk) dan klausa bawahan (anak).

Konjungsi: karena, jika, ketika, supaya, meskipun

💡 Contoh Kalimat Majemuk:

Ayah membaca koran dan ibu memasak di dapur.

Majemuk Setara — Konjungsi: dan

Saya ingin pergi ke pantai, tetapi cuaca sedang hujan.

Majemuk Setara — Konjungsi: tetapi

Karena rajin belajar, Dina mendapat nilai bagus.

Majemuk Bertingkat — Konjungsi: karena

Kamu boleh bermain jika sudah mengerjakan PR.

Majemuk Bertingkat — Konjungsi: jika

Ani suka membaca buku sedangkan Budi suka bermain bola.

Majemuk Setara — Konjungsi: sedangkan

🔗

Konjungsi Kronologis

📖 Pengertian

Konjungsi kronologis adalah kata penghubung yang menyatakan urutan waktu atau tahapan peristiwa. Konjungsi ini banyak digunakan dalam teks prosedur, teks cerita, dan teks sejarah untuk menunjukkan rangkaian kejadian.

1️⃣

kemudian

2️⃣

lalu

3️⃣

setelah itu

4️⃣

pada akhirnya

📋 Konjungsi Kronologis Lainnya:

selanjutnya sesudah itu berikutnya sebelumnya pertama-tama mula-mula akhirnya

💡 Contoh Penggunaan dalam Kalimat:

Cuci beras hingga bersih, kemudian masukkan ke dalam panci.

Konjungsi "kemudian" menunjukkan langkah selanjutnya

Andi bangun pagi, lalu dia mandi dan sarapan.

Konjungsi "lalu" menyambung urutan kegiatan

Masukkan telur ke dalam adonan. Setelah itu, aduk hingga tercampur rata.

Konjungsi "setelah itu" menunjukkan tahap berikutnya

Mereka berjuang dengan gigih. Pada akhirnya, tim kami berhasil memenangkan pertandingan.

Konjungsi "pada akhirnya" menunjukkan hasil akhir

Pertama-tama, siapkan semua bahan yang diperlukan.

Konjungsi "pertama-tama" menunjukkan langkah awal

📝 Contoh Penggunaan dalam Paragraf:

Cara Membuat Teh Manis:

Pertama-tama, didihkan air dalam panci. Kemudian, masukkan teh celup ke dalam gelas. Setelah itu, tuangkan air panas ke dalam gelas dan diamkan selama 3 menit. Lalu, angkat teh celup dan tambahkan gula sesuai selera. Pada akhirnya, aduk teh hingga gula larut dan teh siap disajikan.

Konjungsi Kausalitas

📖 Pengertian

Konjungsi kausalitas adalah kata penghubung yang menyatakan hubungan sebab-akibat. Konjungsi ini digunakan untuk menjelaskan mengapa sesuatu terjadi (sebab) dan apa yang terjadi akibatnya (akibat).

🔥 Menyatakan SEBAB

karena sebab oleh karena disebabkan

💥 Menyatakan AKIBAT

sehingga akibatnya maka oleh karena itu

💡 Contoh Kalimat dengan Konjungsi SEBAB:

Rina tidak masuk sekolah karena sakit demam.

Akibat: tidak masuk sekolah | Sebab: sakit demam

Sebab hujan deras, pertandingan sepak bola ditunda.

Sebab: hujan deras | Akibat: pertandingan ditunda

Tanaman itu mati disebabkan kurang air.

Akibat: tanaman mati | Sebab: kurang air

💡 Contoh Kalimat dengan Konjungsi AKIBAT:

Budi rajin belajar sehingga nilainya selalu bagus.

Sebab: rajin belajar | Akibat: nilai bagus

Dia bangun kesiangan. Akibatnya, dia terlambat ke sekolah.

Sebab: bangun kesiangan | Akibat: terlambat

Jika kamu tidak belajar, maka kamu akan kesulitan saat ujian.

Sebab: tidak belajar | Akibat: kesulitan ujian

Harga BBM naik. Oleh karena itu, harga barang-barang juga ikut naik.

Sebab: BBM naik | Akibat: harga barang naik

💡 Tips Mengingat:

  • 📌 "Karena" → tanyakan "Mengapa?" untuk menemukan sebab
  • 📌 "Sehingga/Akibatnya" → tanyakan "Apa yang terjadi?" untuk menemukan akibat
👤

Kata Ganti (Pronomina)

📖 Pengertian

Pronomina atau kata ganti adalah kata yang digunakan untuk menggantikan kata benda (nomina) atau menyebut orang/benda tanpa menyebut nama lengkapnya. Fungsinya untuk menghindari pengulangan kata yang sama.

👥 1. Pronomina Persona (Kata Ganti Orang)

Jenis Tunggal Jamak
Orang Pertama saya, aku, ku- kami, kita
Orang Kedua kamu, kau, Anda, -mu kalian
Orang Ketiga dia, ia, beliau, -nya mereka

Saya sedang belajar bahasa Indonesia.

Mereka pergi ke perpustakaan bersama.

Buku itu miliknya.

👉 2. Pronomina Penunjuk (Demonstratif)

ini

dekat pembicara

itu

jauh dari pembicara

sini, situ, sana

penunjuk tempat

Buku ini sangat menarik untuk dibaca.

Rumah itu milik keluarga Pak Ahmad.

Letakkan barang-barang di sana.

❓ 3. Pronomina Penanya (Interogatif)

apa

menanyakan benda/hal

siapa

menanyakan orang

mana

menanyakan pilihan

mengapa

menanyakan alasan

bagaimana

menanyakan cara

berapa

menanyakan jumlah

Siapa nama guru bahasa Indonesiamu?

Apa makanan kesukaanmu?

Mengapa kamu tidak masuk sekolah kemarin?

🔮 4. Pronomina Tak Tentu

seseorang sesuatu barang siapa masing-masing siapa saja

Seseorang meninggalkan dompet di kantin.

Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan.

Barang siapa menemukan dompet, harap kembalikan.

📋 Ringkasan Fungsi Pronomina:

  • Menghindari pengulangan kata benda yang sama
  • Membuat kalimat lebih efektif dan tidak bertele-tele
  • Menunjuk atau merujuk pada orang, benda, atau hal tertentu

📚 Materi Bahasa Indonesia Kelas VII — Selamat Belajar! 🎓

Tidak ada komentar:

Posting Komentar