📚 Materi Majas
Panduan Lengkap Berbagai Jenis Majas dan Pembagiannya
🎠Pengertian Majas
Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menciptakan efek tertentu dalam komunikasi, baik lisan maupun tulisan. Majas membuat bahasa menjadi lebih hidup, menarik, dan bermakna mendalam.
🎯 Fungsi Majas:
- • Memperindah bahasa
- • Memperkuat makna
- • Menciptakan kesan mendalam
- • Mengungkapkan perasaan
- • Menarik perhatian pembaca
📊 Pembagian Majas:
- • Majas Perbandingan
- • Majas Pertentangan
- • Majas Sindiran
- • Majas Penegasan
⚖️ Majas Perbandingan
Majas yang membandingkan suatu hal dengan hal lain
1. Simile (Perumpamaan)
Membandingkan dua hal yang berbeda dengan menggunakan kata penghubung seperti "seperti", "bagai", "laksana", "bagaikan".
Contoh:
- • "Wajahnya seperti bulan purnama"
- • "Suaranya bagaikan burung berkicau"
- • "Berlari laksana kijang"
2. Metafora
Membandingkan dua hal secara langsung tanpa kata penghubung.
Contoh:
- • "Dia adalah singa di medan perang"
- • "Anaknya buah hati keluarga"
- • "Waktu adalah uang"
3. Personifikasi
Memberikan sifat-sifat manusia kepada benda mati atau makhluk tidak bernyawa.
Contoh:
- • "Angin berbisik di telinga"
- • "Bulan tersenyum malam ini"
- • "Pohon-pohon menari ditiup angin"
4. Alegori
Menyampaikan maksud melalui kiasan atau lambang dalam bentuk cerita.
Contoh:
"Kapal kehidupan berlayar mengarungi lautan yang penuh badai menuju pelabuhan kebahagiaan."
⚡ Majas Pertentangan
Majas yang menunjukkan pertentangan atau kontras
1. Antitesis
Menyatakan pertentangan dengan memadukan dua kata yang berlawanan makna.
Contoh:
- • "Dari miskin menjadi kaya"
- • "Tua muda berkumpul bersama"
- • "Hidup ini penuh suka dan duka"
2. Paradoks
Pernyataan yang tampak bertentangan dengan akal sehat, tetapi mengandung kebenaran.
Contoh:
- • "Makin tinggi ilmu seseorang, makin rendah hatinya"
- • "Dalam keheningan, aku mendengar suara hati"
- • "Kematian adalah awal kehidupan yang baru"
3. Kontradiksi
Pernyataan yang menyangkal atau bertentangan dengan pernyataan sebelumnya.
Contoh:
- • "Dia bilang tidak lapar, tapi menghabiskan tiga piring nasi"
- • "Katanya tidak suka musik, tapi koleksi CD-nya banyak"
4. Oksimoron
Menggabungkan dua kata yang bertentangan dalam satu frasa.
Contoh:
- • "Keheningan yang bising"
- • "Gelap yang terang"
- • "Pahit yang manis"
🎯 Majas Sindiran
Majas yang digunakan untuk menyindir atau mengkritik
1. Ironi
Menyatakan sesuatu dengan maksud yang bertentangan, biasanya untuk menyindir halus.
Contoh:
- • "Rajin sekali kamu, baru datang jam 10" (kepada yang terlambat)
- • "Pintar benar kamu mengerjakan soal ini" (kepada yang salah)
- • "Bersih sekali kamarmu" (kepada kamar yang berantakan)
2. Sinisme
Sindiran yang lebih kasar dan langsung, menunjukkan ketidakpercayaan.
Contoh:
- • "Politikus itu hanya pandai berjanji saat kampanye"
- • "Orang kaya itu pelit, tidak pernah membantu orang miskin"
- • "Pejabat itu hanya memikirkan kantongnya sendiri"
3. Sarkasme
Sindiran yang paling kasar dan menyakitkan, bertujuan melukai perasaan.
Contoh:
- • "Dasar bodoh! Tidak bisa mengerjakan soal sederhana"
- • "Pantas saja kamu miskin, malas bekerja"
- • "Wajahmu jelek, tapi sombongnya minta ampun"
4. Satire
Sindiran terhadap keadaan atau seseorang dengan tujuan perbaikan.
Contoh:
- • "Negara ini kaya raya, tapi rakyatnya banyak yang miskin"
- • "Sekolah mewah, tapi muridnya tidak bisa membaca"
- • "Rumah sakit canggih, tapi pelayanannya buruk"
💪 Majas Penegasan
Majas yang digunakan untuk menegaskan atau memperkuat makna
1. Repetisi
Pengulangan kata, frasa, atau kalimat untuk menegaskan makna.
Contoh:
- • "Merdeka! Merdeka! Merdeka!"
- • "Aku cinta padamu, cinta mati"
- • "Kerja, kerja, dan kerja"
2. Pleonasme
Pemakaian kata-kata yang berlebihan untuk menegaskan arti.
Contoh:
- • "Naik ke atas" (naik sudah berarti ke atas)
- • "Turun ke bawah" (turun sudah berarti ke bawah)
- • "Mundur ke belakang"
3. Klimaks
Penyusunan pikiran atau peristiwa dari yang rendah ke yang tinggi.
Contoh:
- • "Dia berbisik, berteriak, lalu menjerit"
- • "Rumahnya rusak, roboh, hancur total"
- • "Desa, kecamatan, kabupaten, provinsi"
4. Antiklimaks
Penyusunan pikiran atau peristiwa dari yang tinggi ke yang rendah.
Contoh:
- • "Presiden, menteri, gubernur, bupati"
- • "Dia menjerit, berteriak, lalu berbisik"
- • "Universitas, fakultas, jurusan, kelas"
5. Retorika
Kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban karena jawabannya sudah jelas.
Contoh:
- • "Siapa yang tidak ingin hidup bahagia?"
- • "Bukankah semua orang ingin sukses?"
- • "Mengapa kita harus menyerah?"
🧠Kuis Majas
Tentukan jenis majas dari kalimat berikut:
"Wajahnya seperti bulan purnama"
Hasil Kuis
Skor Anda: 0/10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar