Materi Media Informasi Kelas VII
📚 Bahasa Indonesia Kelas VII

Mengenal Karakteristik Media Informasi

Memahami berbagai jenis media dan cara menyampaikan informasi di era digital

📖

Apa Itu Media Informasi?

Media Informasi adalah sarana atau alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan, berita, atau informasi kepada khalayak umum. Media ini berperan penting dalam menyebarkan pengetahuan dan menghubungkan masyarakat dengan berbagai peristiwa di dunia.

🎯 Fungsi Utama

  • • Menyampaikan informasi terkini
  • • Memberikan edukasi
  • • Menghibur masyarakat
  • • Membentuk opini publik

📌 Peran Penting

  • • Jembatan komunikasi sosial
  • • Pengawas kebijakan publik
  • • Sarana pembelajaran
  • • Pelestari budaya
💡

Tahukah Kamu?

Di Indonesia, rata-rata orang menghabiskan 8 jam 36 menit per hari menggunakan media informasi digital! Ini menunjukkan betapa pentingnya memahami karakteristik berbagai media.

📚 Materi Bahasa Indonesia Kelas VII • Kurikulum Merdeka

Dibuat dengan ❤️ untuk pembelajaran interaktif

Materi Bahasa Indonesia Kelas VII
📚 Kelas VII SMP/MTs

Materi Bahasa Indonesia

Kalimat, Konjungsi, dan Kata Ganti

1️⃣

Kalimat Tunggal

📖 Pengertian

Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa, yaitu memiliki satu subjek dan satu predikat. Kalimat ini merupakan kalimat paling sederhana dan hanya mengandung satu gagasan pokok.

🔍 Ciri-ciri Kalimat Tunggal:

  • Hanya memiliki satu pola S-P (Subjek-Predikat)
  • Tidak memiliki konjungsi penghubung antarklausa
  • Mengandung satu gagasan atau ide pokok

💡 Contoh Kalimat Tunggal:

Ibu memasak di dapur.

S: Ibu | P: memasak | K: di dapur

Andi membaca buku cerita.

S: Andi | P: membaca | O: buku cerita

Kucing itu sangat lucu.

S: Kucing itu | P: sangat lucu

Adik bermain di taman.

S: Adik | P: bermain | K: di taman

Bunga mawar sangat harum.

S: Bunga mawar | P: sangat harum

2️⃣

Kalimat Majemuk

📖 Pengertian

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih yang dihubungkan dengan konjungsi (kata penghubung). Kalimat ini mengandung lebih dari satu gagasan.

🔀 Majemuk Setara

Kedua klausa memiliki kedudukan yang sama/sederajat.

Konjungsi: dan, atau, tetapi, namun, sedangkan

📊 Majemuk Bertingkat

Ada klausa utama (induk) dan klausa bawahan (anak).

Konjungsi: karena, jika, ketika, supaya, meskipun

💡 Contoh Kalimat Majemuk:

Ayah membaca koran dan ibu memasak di dapur.

Majemuk Setara — Konjungsi: dan

Saya ingin pergi ke pantai, tetapi cuaca sedang hujan.

Majemuk Setara — Konjungsi: tetapi

Karena rajin belajar, Dina mendapat nilai bagus.

Majemuk Bertingkat — Konjungsi: karena

Kamu boleh bermain jika sudah mengerjakan PR.

Majemuk Bertingkat — Konjungsi: jika

Ani suka membaca buku sedangkan Budi suka bermain bola.

Majemuk Setara — Konjungsi: sedangkan

🔗

Konjungsi Kronologis

📖 Pengertian

Konjungsi kronologis adalah kata penghubung yang menyatakan urutan waktu atau tahapan peristiwa. Konjungsi ini banyak digunakan dalam teks prosedur, teks cerita, dan teks sejarah untuk menunjukkan rangkaian kejadian.

1️⃣

kemudian

2️⃣

lalu

3️⃣

setelah itu

4️⃣

pada akhirnya

📋 Konjungsi Kronologis Lainnya:

selanjutnya sesudah itu berikutnya sebelumnya pertama-tama mula-mula akhirnya

💡 Contoh Penggunaan dalam Kalimat:

Cuci beras hingga bersih, kemudian masukkan ke dalam panci.

Konjungsi "kemudian" menunjukkan langkah selanjutnya

Andi bangun pagi, lalu dia mandi dan sarapan.

Konjungsi "lalu" menyambung urutan kegiatan

Masukkan telur ke dalam adonan. Setelah itu, aduk hingga tercampur rata.

Konjungsi "setelah itu" menunjukkan tahap berikutnya

Mereka berjuang dengan gigih. Pada akhirnya, tim kami berhasil memenangkan pertandingan.

Konjungsi "pada akhirnya" menunjukkan hasil akhir

Pertama-tama, siapkan semua bahan yang diperlukan.

Konjungsi "pertama-tama" menunjukkan langkah awal

📝 Contoh Penggunaan dalam Paragraf:

Cara Membuat Teh Manis:

Pertama-tama, didihkan air dalam panci. Kemudian, masukkan teh celup ke dalam gelas. Setelah itu, tuangkan air panas ke dalam gelas dan diamkan selama 3 menit. Lalu, angkat teh celup dan tambahkan gula sesuai selera. Pada akhirnya, aduk teh hingga gula larut dan teh siap disajikan.

Konjungsi Kausalitas

📖 Pengertian

Konjungsi kausalitas adalah kata penghubung yang menyatakan hubungan sebab-akibat. Konjungsi ini digunakan untuk menjelaskan mengapa sesuatu terjadi (sebab) dan apa yang terjadi akibatnya (akibat).

🔥 Menyatakan SEBAB

karena sebab oleh karena disebabkan

💥 Menyatakan AKIBAT

sehingga akibatnya maka oleh karena itu

💡 Contoh Kalimat dengan Konjungsi SEBAB:

Rina tidak masuk sekolah karena sakit demam.

Akibat: tidak masuk sekolah | Sebab: sakit demam

Sebab hujan deras, pertandingan sepak bola ditunda.

Sebab: hujan deras | Akibat: pertandingan ditunda

Tanaman itu mati disebabkan kurang air.

Akibat: tanaman mati | Sebab: kurang air

💡 Contoh Kalimat dengan Konjungsi AKIBAT:

Budi rajin belajar sehingga nilainya selalu bagus.

Sebab: rajin belajar | Akibat: nilai bagus

Dia bangun kesiangan. Akibatnya, dia terlambat ke sekolah.

Sebab: bangun kesiangan | Akibat: terlambat

Jika kamu tidak belajar, maka kamu akan kesulitan saat ujian.

Sebab: tidak belajar | Akibat: kesulitan ujian

Harga BBM naik. Oleh karena itu, harga barang-barang juga ikut naik.

Sebab: BBM naik | Akibat: harga barang naik

💡 Tips Mengingat:

  • 📌 "Karena" → tanyakan "Mengapa?" untuk menemukan sebab
  • 📌 "Sehingga/Akibatnya" → tanyakan "Apa yang terjadi?" untuk menemukan akibat
👤

Kata Ganti (Pronomina)

📖 Pengertian

Pronomina atau kata ganti adalah kata yang digunakan untuk menggantikan kata benda (nomina) atau menyebut orang/benda tanpa menyebut nama lengkapnya. Fungsinya untuk menghindari pengulangan kata yang sama.

👥 1. Pronomina Persona (Kata Ganti Orang)

Jenis Tunggal Jamak
Orang Pertama saya, aku, ku- kami, kita
Orang Kedua kamu, kau, Anda, -mu kalian
Orang Ketiga dia, ia, beliau, -nya mereka

Saya sedang belajar bahasa Indonesia.

Mereka pergi ke perpustakaan bersama.

Buku itu miliknya.

👉 2. Pronomina Penunjuk (Demonstratif)

ini

dekat pembicara

itu

jauh dari pembicara

sini, situ, sana

penunjuk tempat

Buku ini sangat menarik untuk dibaca.

Rumah itu milik keluarga Pak Ahmad.

Letakkan barang-barang di sana.

❓ 3. Pronomina Penanya (Interogatif)

apa

menanyakan benda/hal

siapa

menanyakan orang

mana

menanyakan pilihan

mengapa

menanyakan alasan

bagaimana

menanyakan cara

berapa

menanyakan jumlah

Siapa nama guru bahasa Indonesiamu?

Apa makanan kesukaanmu?

Mengapa kamu tidak masuk sekolah kemarin?

🔮 4. Pronomina Tak Tentu

seseorang sesuatu barang siapa masing-masing siapa saja

Seseorang meninggalkan dompet di kantin.

Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan.

Barang siapa menemukan dompet, harap kembalikan.

📋 Ringkasan Fungsi Pronomina:

  • Menghindari pengulangan kata benda yang sama
  • Membuat kalimat lebih efektif dan tidak bertele-tele
  • Menunjuk atau merujuk pada orang, benda, atau hal tertentu

📚 Materi Bahasa Indonesia Kelas VII — Selamat Belajar! 🎓

Menelisik Berita Palsu - Kelas VII
🔍

Menelisik Berita Palsu

Bahasa Indonesia Kelas VII

📰

Apa Itu Berita Palsu?

Memahami dan Mengidentifikasi Hoax di Era Digital

⚠️

Tahukah Kamu?

Menurut penelitian, 7 dari 10 orang Indonesia pernah menerima berita palsu melalui media sosial. Kemampuan mengenali hoax sangat penting di era digital ini!

Berita palsu atau yang sering disebut hoax adalah informasi yang tidak benar namun disebarkan seolah-olah merupakan fakta. Berita palsu dibuat dengan berbagai tujuan, mulai dari mencari perhatian, menyebarkan propaganda, hingga mencari keuntungan finansial.

Di era digital seperti sekarang, berita palsu dapat menyebar dengan sangat cepat melalui media sosial, aplikasi pesan, dan berbagai platform digital lainnya. Oleh karena itu, kemampuan untuk menelisik atau memeriksa kebenaran suatu berita menjadi keterampilan yang sangat penting.

Dampak Negatif Hoax

  • • Menimbulkan kepanikan
  • • Merusak reputasi seseorang
  • • Memecah belah masyarakat
  • • Merugikan secara finansial

Manfaat Cek Fakta

  • • Terhindar dari informasi salah
  • • Membuat keputusan tepat
  • • Membantu orang lain
  • • Menjadi warga digital bijak

🎯 Tujuan Pembelajaran

1

Memahami pengertian dan ciri-ciri berita palsu

2

Mengidentifikasi jenis-jenis berita palsu

3

Menerapkan langkah-langkah verifikasi berita

4

Mengembangkan sikap kritis terhadap informasi

📚 Ciri-Ciri Berita Palsu

😱

1. Judul Sensasional

Menggunakan judul yang berlebihan, provokatif, atau memancing emosi pembaca. Biasanya menggunakan huruf kapital dan tanda seru berlebihan.

"GAWAT!!! BUMI AKAN KIAMAT MINGGU DEPAN!!!"
👤

2. Sumber Tidak Jelas

Tidak menyebutkan sumber informasi atau menggunakan sumber yang tidak dapat diverifikasi seperti "kata orang" atau "menurut ahli".

"Menurut pakar ternama..." (tanpa nama jelas)
📅

3. Tidak Ada Tanggal

Tidak mencantumkan waktu atau tanggal kejadian, atau menggunakan berita lama yang diulang seolah-olah baru terjadi.

🖼️

4. Foto/Video Diedit

Menggunakan foto atau video yang sudah dimanipulasi, atau menggunakan gambar dari kejadian lain yang tidak relevan.

✍️

5. Banyak Kesalahan Tulis

Mengandung banyak kesalahan ejaan, tata bahasa yang buruk, atau format penulisan yang tidak profesional.

↗️

6. Minta Disebarkan

Berisi ajakan untuk segera menyebarkan seperti "Sebarkan sebelum dihapus!" atau "Viralkan!"

"BAGIKAN KE SEMUA GRUP SEBELUM DIHAPUS!!!"

📋 Jenis-Jenis Berita Palsu

🎭

Satire/Parodi

Konten humor yang disalahartikan sebagai berita nyata.

🔗

Konten Menyesatkan

Informasi yang dipotong atau diambil di luar konteks.

🏷️

Konten Tiruan

Menyamar sebagai sumber berita terpercaya.

🔧

Konten Manipulasi

Foto atau video asli yang sudah diedit/dimanipulasi.

🏭

Konten Fabrikasi

Berita yang sepenuhnya dikarang atau dibuat-buat.

🔄

Konten Salah Sambung

Judul tidak sesuai dengan isi berita (clickbait).

🔎 5 Langkah Menelisik Berita Palsu

Metode SIFT (Stop, Investigate, Find, Trace)

1

🛑 BERHENTI & Berpikir

Jangan langsung percaya atau menyebarkan. Tahan emosi dan berpikir kritis terlebih dahulu.

💡 Tips: Jika berita membuatmu sangat marah atau takut, itu bisa jadi tanda hoax!
2

🔍 CEK Sumber Berita

Periksa siapa yang menulis dan dari mana berita itu berasal. Apakah dari media terpercaya?

💡 Tips: Media kredibel mencantumkan nama penulis, redaksi, dan kontak yang bisa dihubungi.
3

📰 BANDINGKAN dengan Sumber Lain

Cari berita yang sama di media lain. Jika tidak ada yang memberitakan, patut dicurigai.

💡 Tips: Berita penting biasanya diberitakan oleh banyak media sekaligus.
4

🖼️ VERIFIKASI Foto/Video

Gunakan pencarian gambar terbalik (reverse image search) untuk mengecek keaslian foto atau video.

💡 Tips: Klik kanan gambar → "Search image with Google" atau gunakan TinEye.
5

✅ GUNAKAN Situs Cek Fakta

Manfaatkan situs-situs pemeriksa fakta resmi untuk memastikan kebenaran berita.

🌐 Situs Cek Fakta Indonesia:

  • • TurnBackHoax.id (Mafindo)
  • • CekFakta.com (Tempo)
  • • Liputan6.com/cek-fakta
  • • Kominfo.go.id (Stophoax)

📝 Latihan: Analisis Berita

Identifikasi ciri-ciri hoax pada contoh berita berikut

Contoh 1 🔴 HOAX

⚠️ TSUNAMI RAKSASA 50 METER AKAN MENGHANTAM SUMATERA BESOK PAGI!!! SUDAH 1000 ORANG MENINGGAL!!! SEBARKAN SEBELUM TERLAMBAT!!! EVAKUASI SEKARANG!!! 🌊🚨🌊

Menurut ahli gempa yang tidak mau disebutkan namanya, akan terjadi gempa dahsyat 10 SR besok jam 8 pagi yang akan memicu tsunami setinggi 50 meter menghantam seluruh pantai Sumatera. Pemerintah menutup-nutupi informasi ini. VIRALKAN SEBELUM DIHAPUS!!!

Contoh 2 🟢 FAKTA

BMKG: Gempa 5,2 SR Guncang Sumatera Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

Padang, 18 Januari 2024 - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan 5,2 skala richter mengguncang Sumatera Barat pada pukul 14.23 WIB. Pusat gempa berada di kedalaman 10 km, berjarak 45 km barat daya Painan. BMKG menegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diminta tetap tenang dan waspada terhadap gempa susulan.

Sumber: BMKG.go.id | Penulis: Dr. Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG

✏️ Tugas Mandiri

Cari satu berita yang beredar di media sosial atau grup WhatsApp, lalu analisis menggunakan langkah-langkah berikut:

  1. Tuliskan judul atau isi berita tersebut
  2. Identifikasi ciri-ciri mencurigakan (minimal 3)
  3. Lakukan verifikasi dengan mencari di media lain
  4. Cek di situs pemeriksa fakta
  5. Simpulkan apakah berita tersebut HOAX atau FAKTA

🎯 Kuis Interaktif

Uji pemahamanmu tentang berita palsu!