Kata Baku dan Tidak Baku, Ciri-cirinya



Sebelum mengulas tentang contoh kata baku dan tidak baku, sebelumnya penting untuk mengetahui apa pengertian dari kata baku dan tidak baku tersebut. Kamu bisa menjadikan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjadi acuan apakah kata tersebut baku atau tidak baku. 

Pengertian Kata Baku

Kata baku adalah kata yang aturan dan ejaannya sudah disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesianya. Kata ini bersifat baku dan digunakan secara resmi dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kata baku adalah kata yang sudah berbentuk mutlak baik penulisan dan penguncapannya.

Suatu kata dianggap tidak baku apabila kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, Kata baku adalah kata yang bersumber dari bahasa baku yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata baku bisa dilihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) baik secara daring maupun bentuk kamus fisik.

Kata baku adalah kata yang digunakan dalam bahasa baku. Bahasa baku adalah ragam bahasa yang dilembagakan dan diakui sebagian warga pemakainya sebagai ragam resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dan penggunaannya seperti yang dikatakan Halim (1976).

Pengetian Kata Tidak Baku

Banyak faktor yang menyebabkan mengapa kata yang menjadi tidak baku dan keluar dari kaidah penulisan yang benar dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Oleh sebab itu penting untuk membenarkan kata tidak baku menjadi kata baku dengan memerhatikan contoh kata baku dan tidak baku.

Kata-kata yang menyimpang disebut kata nonbaku atau tidak baku. Kata tidak baku biasanya disebabkan oleh adanya pengaruh atau faktor lingkungan di mana ia digunakan. Terkadang masing-masing daerah menggunakan dialek yang berbeda meski bahasa yang digunakan sama, yakni Bahasa Indonesia. Ini yang membuat kata tidak baku sering digunakan.

Biasanya, kata baku adalah kata digunakan untuk penulisan ataupun pengungkapan kata-kata yang bersifat resmi atau formal. Tidak bakunya sebuah kata tidak hanya dinilai dari salah penulisan saja. Sebuah kata dianggap tidak baku juga bisa karena adanya salah pengucapan.

Umumnya, kata tidak baku sering digunakan dalam percakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur. Ini karena kata tidak baku dianggap lebih santai dan tidak kaku seperti bahasa baku.


Ciri-ciri Kata Baku dan Tidak Baku

Selain menjadikan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjadi acuan untuk mengetahui kata baku dan tidak baku, ciri-ciri kata baku dan tidak baku juga dapat dijadikan acuan untuk memilah kata baku dan tidak baku.

Ada sejumlah ciri-ciri yang bisa digunakan untuk mengenali sebuah kata baku atau tidak. Ciri-ciri kata baku adalah:

- Kata baku tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah,
- Kata baku tidak dipengaruhi oleh bahasa asing,
- Pada pemakaian imbuan kata baku ini bersifat eksplisit,
- Baku adalah bahasa percakapan,
- Kata baku digunakan sesuai dengan konteks kalimat,
- Kata baku tidak terkontaminasi atau tidak rancu,
- Kata baku tidak mengandung arti pleonasme,
- Kata baku tidak mengandung hiperkorek.


Ciri-ciri kata tidak baku :

- Biasanya digunakan dalam bahasa sehari-hari
- Sudah dipengaruhi oleh bahasa asing atau bahasa daerah
- Sudah dipengaruhi oleh perkembangan zaman
- Bentuknya mudah berubah-ubah
- Memiliki arti yang sama meskipun terkesan berbeda dengan bahasa baku.


Kata baku penting untuk diketahui karena harus sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Pasalnya ada banyak fungsi penggunaan kata baku tersebut.

1. Sebagai Pemersatu
Fungsi penggunaan kata baku bagi masyarakat Indonesia adalah untuk menghubungkan semua penutur dari berbagai macam bahasa daerah yang berbeda-beda. Nah, dengan penggunaan kata baku, bahasa baku dapat dijadikan pemersatu masyarakat-masyarakat daerah menjadi satu bangsa.

2. Sebagai Pemberi Kekhasan
Indonesia mengharuskan setiap wilayah daerahnya menggunakan bahasa baku, yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Nah, melalui fungsi itu, maka bahasa baku dapat memperkuat rasa nasionalisme masyarakat daerah yang bersangkutan.

3. Pembawa Kewibawaan
Bahasa baku juga ikut serta membawa wibawa atau prestise seseorang. Fungsi pembawa kewibawaan bersangkutan dengan usaha seseorang dalam mencapai kesederajatan dengan peradaban yang dikagumi melalui pemerolehan bahasa baku sendiri. Bagi seorang penutur atau pembicara yang mahir berbahasa Indonesia yang baik dan benar di suatu masyarakat akan memperoleh wibawa di mata masyarakat tersebut.


Bahasa baku dalam bentuk tulisan atau bahasa lisan digunakan dalam berbagai keperluan, utamanya dalam aktivitas formal atau kegiatan-kegiatan resmi, diantaranya:

1. Komunikasi Resmi

Komunikasi resmi adalah komunikasi yang dilakukan dalam bentuk formal. Contohnya: Surat menyurat antar lembaga (surat dinas, surat niaga).

2. Wacana Teknis

Contohnya: Laporan resmi, buku pelajaran, karya ilmiah dsb.

3. Pembicaraan di Depan Umum

Contohnya: Kuliah, diskusi ilmiah, ceramah dll.

4. Pembicaraan sesuai Situasi, Kondisi, dan Tempat

Misalnya berbicara dengan orang yang lebih tua, dihormati dll.
Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

Setelah menelaah tentang pengertian kata baku dan bahasa baku, berikut ini contoh dari kata baku dan tidak baku. Kata tidak baku yang sering kamu gunakan, dapat kamu perbaiki menjadi kata baku yang sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Kata Baku – Kata Tidak Baku
1. Abjad – Abjat
2. Advokat - Adpokat
3. Aktif - Aktip
4. Al Quran - alquran
5. Apotek- Apotik
6. Asas- Azas
7. Atlet - Atlit
8. Atmosfer - Atmosfir
9. Baut - Baud
10. Berpikir - Berfikir
11. Besok - Esok
12. Bus - Bis
13. Cabai - Cabe
14. Cendekiawan - Cendikiawan
15. Cenderamata - Cinderamata
16. Daftar - Daptar
17. Definisi - Difinis
18. Depot - Depo
19. Detail - Detil
20. Diagnosis - Diagnosa
21. Diesel Disel
22 Dipersilakan- Dipersilahkan
23 Dolar - Dollar
24 Ekspor - Eksport
25 Ekstrem - Ekstrim
26. Ekuivalen - Ekwivalen
27. Embus - Hembus
28. Februari - Pebruari
29. Film - Filem
30. Fisik - Phisik
31. Fondasi - Pondasi
32. Formal - Formil
33. Foto - Photo
34. Frekuensi - Frekwensi
35. Gizi - Gisi
36. Gladi - Geladi
37. Hafal - Hapal
38. Hak - Haq
39. Hakikat - Hakekat
40. Hierarki - Hirarki
41. Hipotesis - Hipotesat
42. Ijazah - Ijasah
43. Ikhlas - Ihlas
44. Imbau - Himbau
45. Indera - Indra
46. Insaf -n Insyaf
47. Istri - Isteri
48. Izin - Ijin
49. Jadwal - Jadual
50. Jenazah - Jenasah





TEKS OBSERVASI


Pengertian

Istilah observasi berasal dan bahasa Latin yang berarti ”melihat” dan “memperhatikan”. Istilah observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut. Observasi menjadi bagian dalam penelitian berbagai disiplin ilmu, baik ilmu eksakta maupun ilmu-ilmu sosial, Observasi dapat berlangsung dalam konteks laboratoriurn (experimental) maupun konteks alamiah.
Observasi yang berarti pengamatan bertujuan untuk mendapatkan data tentang suatu masalah, sehingga diperoleh pemahaman atau sebagai alat re-checkingin atau pembuktian terhadap informasi / keterangan yang diperoleh sebelumnya.Sebagai metode ilmiah observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan fenomena-fenomena yang diselidiki secara sistematik. Dalam arti yang luas observasi sebenarnya tidak hanya terbatas kepada pengamatan yang dilakukan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengamatan tidak langsung misalnya melalui questionnaire dan tes.

 

Pengertian laporan hasil observasi sendiri adalah tulisan yang menuliskan klasifikasi mengenai suatu jenis hal. Tulisan itu berdasarkan kriteria tertentu yang sifatnya umum dan juga universal. Adapun laporan hasil observasi memiliki 3 struktur.

Struktur Laporan Observasi

Teks laporan hasil observasi ini mempunyai  3 struktur di dalamnya. Yakni :

  1. Pengertian definisi umum : Definisi umum merupakan paragraf yang memberikan penjelasan tentang objek yang tengah diamati secara rinci dan detil. Cara membuat definisi umum dapat dilakukan dengan menjelaskan nama umum objek, memberikan sedikit penjabaran, dan memberikan imbuhan nama latin. Contoh definisi umum seperti "Teratai merupakan tanaman yang hidup di lingkungan berair. Tanaman ini berasal dari keluarga nymphaceae Dalam bahasa inggris tanaman ini umum disebut sebagai lillywater".
  2. Pengertian deskripsi bagian : Deskripsi bagian merupakan suatu paragraf yang memberikan informasi tentang bagian bagian dari objek yang tengah kita amati. Cara membuat deskripsi bagian yang baik dan benar adalah dengan menceritakan bagian bagian objek tersebut, maka dari itu kita harus paham tentang objek yang kita amati terlebih dahulu. Contoh deskripsi bagian seperti "Tumbuhan teratai sendiri terdiri dari akar, batang, daun dan bunga"
  3. Pengertian deskripsi manfaat : Deskripsi manfaat adalah paragraf yang mengandung manfaat manfaat dari objek penelitian yang disusun sedemikian rupa hingga membentuk struktur tentang manfaat. Cara membuat deskripsi manfaat yang baik dan benar adalah dengan menyusun strukturnya terlebih dahulu mulai dari yang terkecil hingga terbesar. Contoh deskripsi manfaat adalah sebagai berikut "Selain berfungsi sebagai bahan baku pembuatan keju, susu juga dapat diminum langsung untuk melancarkan pencernaan karena didalam susu terkandung bakteri yang baik untuk pencernaan manusia. Tidak hanya itu, susu juga tinggi akan kalsium yang berguna untuk proses perkembangan tulang".

Nah, selain memiliki struktur teks, hasil laporan observasi observasi ini juga mempunyai beberapa kaidah tata bahasa. Kaedah inilah yang membuat laporan observasi ini memiliki ciri khas. Hal tersebut tujuannya adalah agar mudah diketahui bahwa jenis tulisan observasi  adalah teks laporan hasil observasi.

Kaedah Tata Bahasa dalam Laporan Observasi

  1. Merupakan hasil dari pengamatan atau penelitian terbaru dan terkini.
  2. Bersifat universal
  3. Bahasa yang digunakan adalah tata bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan KBBI.
  4. Membahas objek tunggal.
  5. Tidak ada bagian penutup dari penulis.

 

tujuan lain dari hasil laporan observasi ialah :

  1. Untuk menemukan teknik atau cara terbaru yang belum pernah dieksplore
  2. Untuk mengatasi suatu permasalahan atau persoalan tertentu.
  3. Untuk mengambil keputusan yang jauh lebih efektif.
  4. Untuk mengetahui perkembangan suatu permasalahan.

Ciri-ciri teks observasi

Suatu teks dapat dikatakan sebagai teks hasil observasi apabila di dalamnya terdapat beberapa ciri berikut ini.

  1. bersifat objektif
  2. penulisnnya harus berdasarkan fakta yang ada saat observasi
  3. tidak memihak
  4. tidak mengandung dugaan atau pendapat yang menyimpang dari topik.
  5. bersifat universal dan global
  6. penulisannya secara lengkap agar tak terjadi ketimpangan pada hasil yang disampaikan
  7. penyajian teks ini disajikan secara menarik dengan menggunakan bahasa yang baku dan berbobot.

Cara dan langkah penyusunan teks laporan hasil observasi

Dalam pembuatan dan penyusunan teks hasil observasi haruslah mengikuti kaidah yang ditetapkan agar hasilnya dapat memuaskan dan baik untuk dipahami pembaca. Adapun langkah penyusunan teks hasil observasi antara lain sebagai berikut:

1.   Membuat judul laporan dari hasil pengamatan yang telah dilakukan. Judul harus sesuai dengan 

      tema dan alur yang akan dipaparkan nantinya.

2.   Membuat dan memaparkan kalimat pembukaan yang berisi tentang gambaran umum dari hasil 

      observasi.

3.   Menyusun dan membuat isi laporan yang berisi gagasan atau ide pokok dari hasil pengamatan.

4.   Memberikan dan menjelaskan manfaat dari hasil observasi tersebut.

5.   Menuliskan kalimat penutup.

Contoh Teks Observasi

 

Burung Merpati

 

Burung merpati adalah salah satu hewan tersukses di dunia, karena burung jenis ini ditemui di seluruh belahan dunia kecuali Antartika. Di daerah Boja, burung merpati hidup berdampingan dengan manusia sebagai hewan peliharaan.

 Burung merpati termasuk burung berukuran sedang. Ukuran panjang burung ini antara 20 cm hingga 30 cm dan berat antara 700 gram hingga 900 gram. Bahkan di Desa Puguh pernah di jumpai burung merpati dengan berat hingga hampir mencapai 1 kg.

 Burung merpati memiliki beragam jenis warna, antara lain coklat, putih, hitam, atau perpaduan dari beberapa warna tersebut. Merpati memiliki semacam  sensor dalam hidungnya yang di gunakan untuk mengenali bau rumahnya, inilah  penyebab burung merpati dapat pulang kerumahnya setelah terbang jauh. Makanan burung ini adalah biji-bijian seprti, jagung, beras, kacang hijau, dan lain sebagainya. Bahkan di daerah Boja burung merpati biasa memakan gabah yang sedang di jemur oleh petani.

 Di Boja burung merpati tinggal di dalam sarang berbetuk balok dengan lubang persegi sebagai pintunya. Sarang burung merpati sering di sebut pagupon. Pagupon biasanya ditempel di dinding rumah pemilik burung merpati. Burung ini adalah burung yang mudah dipelihara, tak heran di Boja sangat mudah di temui burung merpati.

 Burung merpati juga dapat digunakan dalam perlombaan, misalnya balapan atau kontes kecantikan burung merpati. Namun yang sering dijumpai di Boja adalah belapan. Balapan biasanya dilakukan pada lintasan yang lurus atau diterbangkan dari jarak jauh. Dalam hal ini yang digunakan untuk balapan adalah merpati jantan, sedangkan merpati betina hanya untuk pancingan saja. Burung merpati dapat mengenali pasanganya masing-masing, karena burung merpati termasuk burung yang setia terhadap satu pasanganya.

 Populasi burung merpati di Indonesia sangatlah besar, namun kebanyakan burung merpati di Indonesia adalah peliharaan. Keberadaan burung merpati liar sangatlah sedikit, mungkin hal ini karena berkurangnya habitat merpati karena pesatnya pembangunan. Burung merpati patut di lestarikan, agar anak cucu kita dapat melihat burung merpati secara langsung, bukan hanya cerita dari orang tuanya.

 

Narkoba Menyerang Generasi Bangsa

Narkoba merupakan bahan berbahaya yang jika disalah gunakan akan mengakibatkan ketergantungan pada pemakainya dan pada akhirnya akan membawa pada kematian jika dikonsumsi secara terus menerus. Latar belakang pengguna narkoba saat ini sangat banyak sekali, mulai untuk menghilangkan masalah, pergaulan, serta banyak hal lain yang melatar belakangi para pengguna narkoba. 

 Saat ini target para pengedar adalah kalangan remaja antara 15 - 25 tahun yang masih sangat mudah untuk ikut-ikutan karena kejiwaannya masih labil dan massih mudah terpengaruh teman-teman pergaulannya. Kita semua tahu bahwa anak-anak remaja pada usia tersebut adalah bunga bangsa yang baru merekah yang sangat dinanti-nantikan untuk meneruskan bangsa Indonesia kelak untuk menjadi negara yang lebih sejahtera lagi. Saat ini terdapat 4 juta orang di Indonesia yang menggunakan atau menyalah gunakan narkoba dan dari jumlah tersebut, sebanyak 22 % adalah remaja dalam rentang usia tersebut.

Pada umumnya pengguna narkoba yang berusia remaja banyak yang mengkonsumsi ganja dan prikotropika seperti Sedatin (Pil BK), Rohypnol, dan Megadon. Semua barang haram tersebut sangat berbahaya jika dikonsumsi secara terus menerus karena akan mengakibatkan ketergantungan. Apa lagi jika pengkonsumsi narkoba adalah kalangan menengah kebawah yang kondisi ekonominya sulit karena jika sudah tak mempunyai uang maka pengguna akan melakukan tindak kriminal demi mendapatkan uang untuk mendapatkan barang tersebut. Hal ini sungguh memprihatinkan sekali. 

Berdasarkan survei BNN tahun lalu menyatakan bahwa, perkembangan pengguna dan pengedar gelap narkoba pada pelajar dan mahasiswa. Hasil penelitian pada 17 propinsi di Indonesia, ditemukan 2,6 persen siswa SLTP pernah menggunakan narkoba, dan 4,7 persen pelajar SMA tercatat pernah menggunakan barang haram itu. Sementara untuk perguruan tinggi terdapat 7,7 persen yang pernah menggunakan narkoba. Namun mulai tahun lalu pemerintah bersama instansi-instansi terkait bertekad menekan angka penggunaan narkoba pada pelajar hingga ke angka 0 %. Namun upaya tersebut pasti membutuhkan kerja keras. Saat ini saja pemerintah telah menggandeng 59 kampus di Jakarta untuk melakukan pengawasan pada pengedar dan penyalahguna narkotika. Namun peran keluarga juga sangat dibutuhkan demi menangkal serangan narkoba pada anak-anak remaja. Pendidikan agama serta kedekatan anak dengan orang tua dirasa mampu untuk mengurangi resiko anak terkena teror narkoba ini.

Penelitian dan pengamatan ini bertujuan untuk memberikan data dan fakta yang terjadi secara global di ndonesia tentang ancaman narkoba pada generasi bangsa yang sangat di harapkan membawa bangsa ini pada tempat yang lebih layak dengan rakyat yang sejahtera. Maka dari itu diperlukan peran berbagai pihak agar menghindari sanak saudara dari bahaya narkoba dan jika sudah menjadi pecandu narkoba diharapkan pihak terdekat baik keluarga maupun kerabat dapat membawanya ke panti rehabilitasi narkoba agar tingkat ketergantungan dapat dikurangi. Dengan cara-cara tersebut dalam kurun waktu 5-10 tahun kedepan diyakini pengguna narkoba akan menurun drastis terutama pada kalangan remaja.